Rabu, 01 Mei 2013

Strategi Pembelajaran Psikomotor

Psikomotor

perkembangan psikomotorik adalah perkembangan pengendalian jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yangberkoordinasi.
Teknik pengajaran untuk membentuk kemampuan psikomotorik peserta didik dapat
dipertimbangan melalui beberapa teknik pemberian latihan dengan memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Latihan akan efisien apabila disediakan lingkungan yang sesuai dimana mereka kelak
akan bekerja.
2) Latihan yang efektifhanya dapat diberikan jika tugas-tugas yang diberikan memiliki
kesamaan operasional, dengan peralatan yang sama dan dengan mesin-mesin yang
sama dengan yang akan dipergunakan di dalam kerjanya kelak.
3) terbesar.
4) Latihan sudah dibiasakan dengan perilaku yang akan ditunjukkan dalam pekerjaannya
kelak.
5) Latihan hanya dapat diberikan kepada kelompok peserta yang memang memerlukan,
menginginkan dan sanggup memanfaatkannya.
6) Latihan akan efektif apabila pemberian latihan berupa pengalaman khusus terwujud
dalam kebiasaan-kebiasaan yang benar.
7) Latihan diarahkan pada pencapaian kompetensi (persyaratan minimal) yang harus dimiliki individu dapat melakukan/melaksanakan suatu jabatan/pekerjaanakan suatu jabatan/pekerjaan.
RANAH
PSIKOMOTOR
UNJUK KERJA
METODE  (CARA PENYAMPAIAN PESAN)
PERCEPTION & SET
membedakan, menunjukkan, memilih, menghubungkan
Ceramah, diskusi, tanya jawab
GUIDED RESPONSE
mengawali, bereaksi, mempersiapkan, menanggapi,
memprakarsai
Observasi,karya wisata, simulasi
MECHANISM
mempraktikan, mengikuti, mengerjakan, membuat,
mencoba
Demonstrasi, ceramah plus, drill method
COMPLEX RESPONSE
mengoperasikan, memasang,
mendemonstrasikan, mengerjakan
Ceramah plus,demonstrasi dan Latihan Keterampilan
ADAPTATION
mengoperasikan,
mendemonstrasikan, mengerjakan
Eksperimental, Method, kerja lapangan
ORIGINATION
mengubah, mengadaptasikan, membuat
variasi, merancang, menciptakan, mendesain, merencanakan
Eksperimental, resitasi, project method, global (ganze method)

Beberapa Contoh Strategi Pembelajaran Psikomotor

Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.

Metode karya wisata adalah suatu pengajaran di lakukan dengan jalan mengajak anak-anak keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang ada hubungannya dengan bahan pelajaran. Metode karya wisata dapat di pergunakan.
1.Apabila pelajaran yang di maksudkan untuk memberi pengertian lebih jelas dengan alat peraga langsung.
2.Apabila akan membangkitkan penghargaan dan cinta terhadap lingkungan dan tanah air, dan menghargai ciptaan Tuhan.
3.Apabila akan mendorong anak mengenal lingkungan dengan baik.
Saran-saran pelaksanaannya :        
Hendaknya tujuan pelajaran di rumuskan dengan jelas, sehingga kelihatan wajar tidaknya metode ini di pergunakan.
Hendaknya di selidiki terlebih dahulu objek yang akan di tuju dengan memperhatikan hal-hal yang sekiranya akan menjadi kesulitan.
Hendaknya di jelaskan terlebih dahulu tujuan metode karya wisaya dan di siapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab.



Metode Demontrasi
Metode demontrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada semua siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang di pelajari baik sebenarnya atau tiruan, yang di sertakan dengan penjelasan lisqan. (Sudirman, 1988, hal. 133).Metode ini baik di gunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses menggunakan atau mengerjakan, komponen-komponen yang membentuk sesuatu dan membandingkan satu cara dengan yang lain, dan untuk mengetahui atqau melihat kebenaran sesuatu.
Metode ini efektif apabila mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      Setaip langkah dari demontrasi harus bisa di lihat jelas oleh siswa.
2.      Semua penjelasan secara lisan, hendaknya dapat di dengar oleh semua siswa.
3.      Anak-anak harus tahu apa yang sedang mereka amati.
4.      Demontrasi harus di rencanakan dengan teliti.
5.      Guru sebagai demonstrator harus mengerjakan tugasnya dengan lancar dan efektif.
6.      Demontrasi di laksanakan pada waktu yang tepat.
7.      Berikan kesempatan pada anak-anak untuk melatih mengenai apa yang pernah mereka amati.
8.      Sebelum demontrasi di mulai hendaklah semua alat tersedia.
9.      Sebaiknya demontrasi di mulai / di sertai ringkasannya di papan tulis.
10.  Jangan melupakan tujuan pokok.
11.  Jika di perkirakan demontrasi itu sulit, sebelumnya supaya di coba terlebih dahulu.
12.  Perlu adanya laporan tentang hasil demontrasi ini.
Dengan menggunakan metode ini siswa-siswi dapat mengamati secara teliti dan seksama serta dengan penuh perhatian dan partisipasi terhadap apa yang telah di berikan oleh guru sehingga mereka dapat mengaktualisasikannya dalam kehidupannya.

Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
1.Kelebihan metode pelatihan
-Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari
Seorang siswa benar-benar memehami apa yang disampaikan
2.Kelemahan metode pelatihan
-Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa
-Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai

Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat.
1.Kelebihan metode kerja lapangan
-Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja
-Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya
2.Kelemahaan metode kerja lapangan
-Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas
-Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
-Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli

Metode pemberian tugas belajar
Metode pemberian tugas belajar (resitasi) sering di sebut metode pekerjaan rumah adalah metode di mana murid di beri tugas khusus di luar jam pelajaran. Dalam pelaksanaan metode ini anak –anak mengerjakan tugasnya tidak hanya di rumah, tapi dapat di kerjakan juga di perpustakaan, di laboratorium dan lain sebagainya untuk dapat di pertanggung jawabkan kepada guru.
Metode resitasi tepat di pergunakan :
1.      Apabila guru mengharapkan agar semua pengetahuan yang telah di terima anak lebih lengkap.
2.      Untuk dapat mengaktifkan anak-anak mempelajari sendiri suatu masalah dengan membaca sendiri, mengerjakan soal sendiri dan mencoba mempraktikkan pengetahuannya.
3.      Metode ini memotivasi anak-anak untuk lebih aktif dan rajin.
Saran-saran pelaksananannya :
1.      Tugas yang di berikan harus jelas, sehingga anak mengerti benar apa yang harus di kerjakan.
2.      Waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup.
3.      Hendaknya di adakan kontrol (pengawasan) yang sistematis, sehingga mendorong anak bekerja sungguh-sungguh.
Bahan tugas yang di berikan kepada anak-anak, hendaknya bersifat :
1.      Menarik perhatian anak-anak.
2.      Mendorong anak-anak untuk mencari, mendalami, mengalami dan menyampaikan.
3.      Anak-anak mempunyai kesanggupan untuk menyelesaikannya (setaraf dengan kemampuan anak).
4.      Di samping praktis juga harus ilmiah.
Dengan menggunakan metode ini siswa-siswi dapat melatih diri untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang di berikannya. Tugas yang di berikan kepadanya itu dapat secara individual dan dapat secara berkelompok (klasik).Dalam menggunakan metode pemberian tugas ini ada tiga tahapan yang harus di lalui oleh guru terhadap siswa : Mula-mula murid di beri tugas yang harus di selesaikan (membaca tex book) melakukan eksperimen, observasi dan sebagainya, kemudian mempertanggung jawabkan atas tugas itu terhadap guru untuk memeriksa apakah tugas itu di lakukan atau tidak, guru melaksanakan pertanyaan atau tes. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar