Rabu, 01 Mei 2013

Motor Bensin


PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN 4 TAK DAN 2 TAK
Prinsip Kerja Motor Bensin
Pada dasarnya prinsip kerja pada motor bensin terdiri dari 5 hal yaitu:
  1. Pengisian campuran udara dan bahan bakar
  2. Pemampatan/pengkompresian campuran udara dan bahan bakar
  3. Pembakaran campuran udara dan bahan bakar
  4. Pengembangan gas hasil pembakaran
  5. Pembuangan gas bekas
Prinsip kerja motor bensin diatas pada:
* pada motor 4 tak,
Diselesaikan dalam: empat gerakan piston atau dua putaran poros engkol.
* Pada motor 2 tak,
Diselesaikan dalam dua gerakan piston atau satu putaran poros engkol.
LANGKAH KERJA MOTOR
Langkah kerja motor terdiri dari :
  1. Langkah isap
  2. Langkah kompresi
  3. Langkah usaha
  4. Langkah buang
CARA KERJA MOTOR 4 TAK
Prinsip Kerja Motor 4 tak

Mobil Tidak Mau Starter ???



Gambar Motor StarterBagian starter yang penting antara lain : 1. Switch Starter (solenoid switch)
3. Bendix starter 5. Arang Starter (Carbon Brush)
Apa yang harus anda lakukan ?
yang harus anda lakukan adalah mempelajari
gejala2 yang timbul saat starter tidak mau bekerja, dari gejala2 tersebut dapat
di tebak kemungkinan sumber kerusakan.
Gejala2 gejala yang sering muncul pada saat
kita start antara lain :
  1. Lampu indikator battery dan Oli pada dashboard tidak menyala sama sekali. 75% fusiblelink (kabel lemas kecil dengan soket putih dekat dengan terminal aki +) kotor atau putus. kemungkinan lain adalah kepala aki kotor dan atau aki anda terkuras total setrumnya (jarang sekali).
  2. Lampu indikator battery dan oli pada dashboard (warna merah) nyala namun meredup ketika di starter, 90% aki anda rusak atau kurang setrum.
  3. Tedengar suara “gemeretek “ berulang ulang 75% aki anda rusak atau kurang setrum. 20% kepala aki kotor atau kabel ground anda sudah korosi.
  4. Terdengar suara mesin berputar tetapi lemah seperti “ngeek..ngek…ngek….”. 75% bushing starter aus sehingga anker starter sudah tidak dapat berputar pada sumbunya maka perputarannya menjadi sangat berat. 10% ada kemungkinan mesin anda terlalu berat untuk diputar, misalnya terjadi kerusakan pada crank saft, sistem timing dll.
  5. Terdengar suara “cek..” satu kali saja setiap kali memutar kunci kontak…50% switch starter atau yang disebut solenoid switch (pada gambar no.6) sudah tidak berfungsi dengan baik. 40% kunci kontak anda kotor atau sudah aus. untuk mobil yang menggunakan relay starter 40% itu ada pada kerusakan relay.
  6. Starter terkadang dimulai dengan suara berat lalu enteng dan mesin hidup. Biasanya hal ini terjadi karena kesalahan penyetelan Fur dan Na..delco.
  7. Pagi hari tidak dapat starter, pada siang hari starter lancar. 80% aki sudah soak tidak dapat menyimpan setrum untuk waktu yang lama.
  8. Saat pagi mudah starter, jika sudah dipakai agak lama (panas) susah starter. 80% switch starter / solenoid switch (pada gambar no.6) anda rusak.
  9. Saat distarter tidak ada reaksi sama sekali, tidak ada bunyi. 50% gulungan starter anda Hangus atau terbakar /korslet. 45% Relay starter atau kunci kontak anda bermasalah.
  10. Saat distarter terdengar suara dinamo starter mutar mendesing kencang “ssing…” 80% bendix starter (no 25 pada gambar) anda Dull/dol.
  11. Terkadang bisa starter terkadang tidak, baik dalam keadaan panas maupun dingin, pagi atau malam. 75% Carbon Brush starter anda sudah pendek.

Sistem Pengisian


Sistem pengisian adalah sistem kelistrikan pada kendaraan baik mobil atau sepeda motor untuk mengisi arus listrik ke dalam aki, atau bisa disebut dengan alat charger di kendaraan. Selain itu sistem pengisian juga berfungsi untuk menyuplai arus listrik pada kendaraan saat mesin telah hidup. Jadi sistem pengisian pada kendaraan sangatlah penting, karena kebutuhan listrik di kendaraan sangat dibutuhkan pada mesin dan kebutuhan aksesoris kendaraan lainnya. Jika tidak ada suplai listrik maka mesin tidak dapat hidup. Dan jika tidak ada suplai listrik pada kendaraan, maka lampu, tape, dan aksesoris lainnya tak akan dapat menyala. Sementara seperti telah kita ketahui, bahwa suplai listrik dari aki tidak akan bertahan lama, karena listrik yang ada pada aki sangat terbatas jumlahnya dan dapat habis bila tidak di charge, karena itulah sistem pengisian sangat diperlukan pada kendaraan.

Sistem Pengapian Konvensional


PRINSIP KERJA SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
Berikut akan dijelaskan mengenai prinsip kerja sistem pengapian konvensional.
Prinsip kerja sistem pengapian konvensional ada dua kondisi yaitu kondisi saat kunci kontak ON platina menutup dan Aliran arus listrik pada saat platina membuka.
1)  Pada saat kunci kontak ON, Platina menutup
Aliran Arus Listrik Saat Konci Kontak ON, Platina Menutup
Aliran arusnya adalah sebagai berikut:
Baterai —-> Kunci kontak —-> Primer koil —-> Platina —-> Massa.
Akibat aliran listrik pada primer koil, maka inti koil menjadi magnet.
2) Saat platina membuka
Aliran Arus Saat Platina terbuka
Saat platina membuka, arus listrik melalui primer koil terputus, terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder koil, sehingga arus akan mengalir seperti dibawah ini:
Sekunder koil —-> Kabel tegangan tinggi —-> Tutup distributor —-> Rotor —-> Kabel tegangan tinggi (kabel busi) —-> Busi —-> Massa.
Akibat aliran listrik tegangan tinggi dari sekunder koil, mampu meloncati tahanan udara antara elektroda tengah dengan elektroda massa pada busi dan menimbulkan percikan bunga api.

Sistem kerja Pengapian CDI-AC dan DC


Pada era sebelum tahun 2000-an, umumnya sepeda motor menggunakan sistem pengapian CDI-AC. Dan pada era tahun 2000 sampai sekarang hampir bisa dikatakan seluruh motor telah menggunakan sistem pengapian CDI-DC. Keuntungan dari sistem CDI-DC adalah tegangan yang dihasilkan lebih stabil bila dibandingkan dengan sistem pengapian CDI-AC.

Cara kerja sistem pengapian CDI-AC
Pada saat magnet berputar akan menghasilkan tegangan AC dalam bentuk induksi listrik yang berasal dari kumparan atau biasa di sebut spool. Arus listrik akan dikirimkan ke CDI dengan tegangan antara 100-400volt, tergantung putaran mesin.

Selanjutnya arus bolak-balik (AC) yang berasal kumparan di jadikan arus searah (DC) oleh diode dan disimpan di kapasitor pada CDI unit.

Komponen Sistem Pengapian

Sistem pengapian (ignition system) merupakan salah satu sistem yang ada pada sebuah kendaraan bermotor. sistem ini berfungsi merubah arus listrik DC 12 Volt yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi (20 KV atau lebih) untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada celah busi.
Sistem pengapian ini digunakan khusunya kendaraan berbahan bakar bensin. Hal ini disebabkan karena pada motor bensin, campuran bahan bakar dengan udara yang dikompresikan pada ruang bakar tidak bisa terbakar jika tidak ada percikan bunga api. Dengan demikian pada motor bensin diperlukan sistem pengapian agar dapat menghasilkan percikan bunga api busi melalui busi.
Namun pada kendaraan berbahan bakar diesel, itu tidak memakai sistem pengapian karena udara yang dikompresi dapat menghasilkan panas yang tinggi, sehingga pada akhir kompresi diinjeksikan bahan bakar, maka langsung dapat terbakar oleh panas yang dihasilkan oleh udara yang dikompresi tersebut.

Gejala pada Sistem Pengisian dan Starter


SISTEM PENGISIAN
Gejala
Kemungkinan penyebab
Tindakan
Indikator charge (gambar aki pada dashboard) berwarna merah (menyala)
  1. Alternator mengalami kerusakaan
  1. Segera matikan peralatan dalam mobil yang mengurangi pasokan listrik dalam aki seperti radio dan AC Ganti fusible link 
  2. Periksa socket pada terminal alternator, kemungkinan terjadinya kerusakan karena socket lepas. Pasang kembali socket maka alternator pun kembali bekerja dengan baikPeriksa kunci kontak, ganti jika diperlukan 
  3. Jika socket tidak mengalami masalah, maka kemungkinan kerusakan alternator disebabkan oleh carbon brush (kul) sudah terlalu pendek atau bahkan habis. Ganti carbon brush yang sudah pendek, pakailah jasa tukang dinamo untuk mengganti carbon brush.Periksa mesin
Mesin berputar lambat
  1. Baterai lemah
  2. Sambungan kendor atau berkarat 
  3. Kerusakan pada motor starter 
  4. Ada masalah mekanis pada mesin atau motor starter
  1. Periksa baterai, ganti jika diperlukan 
  2. Bersihkan dan kencangkan sambungan 
  3. Periksa dan lakukan pengujian motor starter 
  4. Cek mesin dan starter, ganti komponen yang rusak
Starter berputar terus
  1. Kerusakan gigi pinion atau ring gear 
  2. Kerusakan plunyer pada solenoid 
  3. Kerusakan kunci kontak atau rangkaian kontrolnya 
  4. Kunci kontak macet
  1. Periksa gigi pinion dan ring gear dari keausan atau kerusakan 
  2. Periksa dan Tes pull-in dan hold-in coil 
  3. Periksa kunci kontak dan rangkaiannya 
  4. Cek kunci kontak
Starter berputar tetapi mesin tidak berputar
  1. Kerusakan pada kopling starter 
  2. Kerusakan atau keausan gigi pinion dan ring gear
  1. Periksa kopling starter,periksa kerjanya 
  2. Cek roda gigi dari keausan dan kerusakan
Starter tidak dapat berkaitan atau lepas dengan lembut
  1. Kerusakan pada solenoid 
  2. Pinion gear atau ring gear aus
  1. Periksa dan ganti jika perlu 
  2. Cek roda gigi dari kerusakan dan keausan, ganti jika perlu