Rabu, 01 Mei 2013

Trouble Shooting


Alternator berfungsi untuk menghasilkan energi listrik dari putaran mesin. Energi
listrik yang dihasilkan digunakan untuk mengisi energi dalam aki dan digunakan
untuk peralatan listrik lainnya. Kerusakan pada alternator biasanya tidak terlihat
langsung, tetapi dampaknya lebih terlihat pada kegagalan aki dalam menyediakan
energi listrik bagi peralatan listrik kendaraan. Berikut ini beberapa tanda kerusakan
pada alternator:

Kerusakan Pada Sistem Pengisian :

- Aki tidak terisi tetapi mesin dapat distarter. Hal ini karena:
1. Belt alternator kendor atau sudah aus.
2. Kabel alternator terkelupas atau putus.
3. Alternator rusak
4. Regulator tegangan rusak
5. Baterai rusak

- Alternator berisik. Hal ini karena:
1. Belt alternator kendor atau sudah aus.
2. Flens puli alternator bengkok
3. Alternator rusak
4. Dudukan alternator kendor

- Lampu atau sekering seringkali putus. Hal ini karena:
1. Sistem perkabelan ada yang rusak.
2. Alternator rusak
3. Aki rusak.


Lampu pengisian akan menyala, bila alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal. Ini terjadi kalau tegangan dari terminal N alternator kurang dari
jumlah yang diperlukan.

Lampu indikator accu yang menyala terus saat mesin hidup adalah tanda terjadi masalah pada sistem pengisian. Penyebabnya bisa karena undercharge atau overcharge.

Pada prinsipnya pasokan dan kebutuhan listrik harus setara. Energi listrik yang dihasilkan alternator ini harus sesuai dengan beban listrik yang dipakai. Mobil umumnya mempunyai tegangan standar alternator 13 volt hingga 15,2 volt.

Pasokan listrik dari alternator tidak boleh di bawah atau di atas angka tersebut. Jika pasokan listrik di bawah angka standar, maka disebut undercharge. Sebaliknya, jika lebih dari 15,2 volt disebut overcharge. Bila dibiarkanundercharge , bisa berpotensi aki kekurangan listrik, sehingga mesin tidak dapat di starter. Pasalnya untuk menstarter mesin dibutuhkan listrik yang besar. Sebaliknya, kondisi overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi. Oleh karena itu kedua kondisi ini harus dihindari.

Pengetesan Komponen Sistem Pengisian
Cara mengetes rectifier/kiprok:
- Set multitester/AVO meter di Volt DC 50 V.
- Tempelkan kabel merah (+) ke kutub Positif dan kabel hitam (-) kekutub Negatif.
- Hidupkan mesin, biarkan pada rpm idle, lihat pembacaan di meter, harusnya menunjukkan 12 Volt
- Naikkan rpm sampe >5000rpm, lihat pembacaan harusnya bergerak naik berkisar 13,5 Volt s/d 14,5 Volt (CMIIW). Bila menunjukkan nilai diluar kisaran itu berarti kiprok/rectifier rusak.

Cara mengetes alternator/spul :
- Copot kabel yang menghubungkan alternator ke kiprok/rectifier.
- Set multitester/AVO meter di Volt AC 50 V
- Hubungkan ke dua kabel dari multitester/AVO meter ke 2 kabel kuning dan dari alternator. Hati-hati sekali jangan sampai short/tersambung.
- Nyalakan mesin, biarkan pada rpm idle.
- Lihat pembacaan pada AVO meter, bila menunjuk ke kiri, berarti kabel terbalik. Bila menunjuk ke kanan dan pada >12Volt, berarti masih baik.

Yang harus diperhatikan pada system pengisian adalah :
- Semua socket dan kutub aki harus dalam keadaan bersih, tidak ada oksidasi
maupun karat.
- Pastikan tidak ada kabel yang menyentuh bagian heatsink rectifier.
- Selalu memeriksa ketingian air aki. Karena ini bisa sebagai indikasi kiprok rusak.
Bila air aki cepat habis, berarti arus listrik pengisian terlalu besar, berarti juga
kiprok mendekati rusak.

Peralatan Las


PERALATAN MENGELAS
Dunia permesinan yang mencakup dunia otomotif sudah tidak asing dengan istilah “mengelas”. Menurut kamus bahasa Indonesia, Mengelas, berasal dari kata “Las” yang berarti penyambungan (besi dsb) dengan cara membakar. Secara umum, mengelas berarti menyambung suatu benda logam atau benda lainnya dengan cara dibakar. Kata dibakar bukan berarti dibakar dengan api biasa, namun memiliki arti dibakar dengan teknik tertentu yang menggunakan cara pembakaran.
Jika dilihat dari bahan bakarnya, atau dengan kata lain bahan yang dapat memicu pembakaran, mengelas dibagi menjadi dua:
a.       Las Listrik
b.      Las Gas
Jika pemicu yang digunakan untuk mengelas berbeda, maka, teknik yang digunakanpun juga turut berbeda, meski beberapa alat yang digunakan memiliki kesamaan fungsi. Dari Penjelasan di atas, maka akan dibahas 3 hal tentang pengelasan, antara lain jenis pengelasan, alat yang digunakan, beserta tekniknya

A.      Las Listrik
Las Lirtik merupakan jenis las yang pemicunya menggunakan listrik agar             terjadi pembakaran.Menurut  Yohanor (2012):
“Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam, dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa tekanan, atau dapat didefinisikan sebagai akibat dari metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom. Sebelum atom-atom tersebut membentuk ikatan, permukaan yang akan menjadi satu perlu bebas dari gas yang terserap atau oksida-oksida”.

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulka bahwasanya las listrik merupakan proses penyambungan logam dapat disatukan dengan menggunakan tekanan atau tidak menggunakan tekanan

Peralatan Pneumatik


DASAR PNEUMATIK
Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbangan. Perkataan pneumatik berasal bahasa Yunani “ pneuma “ yang berarti “napas” atau “udara”. Jadi pneumatik berarti terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat. Pneumatik merupakan cabang teori aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai dan sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat.
Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam pelaksanaanteknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan).
Persaingan antara peralatan pneumatik dengan peralatan mekanik, hidrolik atau elektrik makin menjadi besar. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan karena beberapa hal yaitu :
a. paling banyak dipertimbangkan untuk beberapa mekanisasi,
b. dapat bertahan lebih baik terhadap keadaan-keadaan tertentu
Sering kali suatu proses tertentu dengan cara pneumatik, berjalan lebih rapi (efisien) dibandingkan dengan cara lainnya. Contoh :
1). Palu-palu bor dan keling pneumatik adalah jauh lebih baik dibandingkan dengan perkakas-perkakas elektrik serupa karena lebih ringan, lebih ada kepastian kerja dan lebih sederhana dalam pelayanan.
2). Pesawat-pesawat pneumatik telah mengambil suatu kedudukan monopoli yang penting pada :
a). rem-rem udara bertekanan untuk mobil angkutan dan gerbong-gerbong kereta api, alat-alat angkat dan alat-alat angkut.
b). pistol-pistol ( alat cat semprot, mesin-mesin peniup kaca, berbagai jenis penyejukan udara, kepala-kepala asah kecepatan tinggi ).
Udara bertekanan memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengan sendirinya juga terdapat segi-segi yang merugikan atau lebih baik pembatasan-pembatasan pada penggunaannya. Hal-hal yang menguntungkan dari pneumatik pada mekanisasi yang sesuai dengan tujuan sudah diakui oleh cabang-cabang industri yang lebih banyak lagi. Pneumatik mulai digunakan untuk pengendalian maupun penggerakan mesin-mesin dan alat-alat.

Strategi Pembelajaran Kognitif


Prinsip Prinsip Pembelajaran Kognitif
Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon-reinforcement. Mereka berpendapat, bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif. Menurut pendapat mereka, tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Jadi kaun kognitif berpandangan, bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada dalam suatu situasi. Keseluruhan adalah lebih dari bagian-bagiannya. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan. Menurut psikologi kognitif, belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut, dilakukan secara aktif oleh pembelajar. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan. Mempraktekkan, mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya, sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. Menurut teori ini, belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri .

Pengertian Siklus Belajar (Learning Cycle)
Siklus belajar (learning cycle) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Pengembangan model ini pertama kali dilakukan oleh Science Curriculum Improvement Study (SCIS) pada tahun 1970-1974. Model ini dilandasi oleh pandangan kontruktivisme dari Piaget yang berangapan bahwa dalam belajar pengetahuan itu dibangun sendiri oleh anak dalam struktur kognitif   melalui interaksi dengan lingkungannya. Siklus belajar merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat menguasai kompetensi-kompetensi, yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperan aktif. Siklus belajar pada mulanya terdiri dari fase-fase eksplorasi (exploration), pengenalan konsep (concept introduction) dan aplikasi konsep (concept application) (Karplus dan Their dalam Renner et al, 1998).

Pembelajaran Konstruktivisme


A.    Pengertian Teori Konstruktivisme
Asal kata konstruktivisme adalah “to construct” yang artinya membangun atau menyusun. Menurut Carin (dalam Anggriamurti, 2009) bahwa teori konstruktivisme adalah suatu teori belajar yang menenkankan bahwa para siswa sebagai pebelajar tidak menerima begitu saja pengetahuan yang mereka dapatkan, tetapi mereka secara aktif membengun pengetahuan secara individual. Menurut Von Glasersfeld (dalam Anggriamurti, 2009) bahwa konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Pengetahuan itu dibentuk oleh struktur konsepsi seseorang sewaktu berinteraksi dengan lingkungannya.
Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Beda dengan aliran behavioristik yang memahami hakikat belajar sebagai kegiatan yang bersifat mekanistik antara stimulus respon, kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan pengalamanya.


Mekanika Fluida



Pompa Centrifugal secara prinsip terdiri dari casing pompa dan impeller yang terpasang pada poros putar. Casing pompa berfungsi sebagai pelindung, batas tekan dan juga terdiri dari saluran- saluran yang untuk masukan (suction) dan keluaran (discharge). Casing ini memiliki vent dan drain yang berguna untuk melepas udara atau gas yang terjebak dalam casing selain untuk juga berguna perawatannya.
Gambar ilustrasi di bawah ini merupakan diagram sederhana daripada pompa sentrifugal yang menunjukkan lokasi dari suction pompa, impeller, volute dan discharge. Casing pompa sentrifugal menuntun aliran suatu cairan dari saluran suction menuju mata (eye) impeller. Vanes daripada impeller yang berputar meneruskan dan memberikan gaya putar sentrifugal kepada cairan ini sehingga cairan bergerak menuju keluar impeller dengan kecepatan tinggi. Cairan tersebut kemudian sampai dan mengumpul pada bagian terluar casing yaitu volute. Volute ini merupakan area atau saluran melengkung yang semakin lama semakin membesar ukurannya, dan seperti halnya diffusor, volute berperan besar dalam hal peningkatan tekanan cairan saat keluar dari pompa, merubah energi kecepatan menjadi tekanan. Setelah itu liquid keluar dari pompa melalui saluran discharge.
Pompa Sentrifugal juga bisa dibuat dengan dua volute. Pompa semacam ini biasa disebut double volute pumps, dimana discharge nya berbeda posisi 180. Untuk aplikasinya bisa meminimaliskan gaya radial yang mengenai poros dan bantalan sehubungan dengan ketidakseimbangan tekanan di sekitar impeller. Perbandingan antara single dan double volute sentrifugal bisa dilihat di bawah ini : 

Strategi Pembelajaran Psikomotor

Psikomotor

perkembangan psikomotorik adalah perkembangan pengendalian jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yangberkoordinasi.
Teknik pengajaran untuk membentuk kemampuan psikomotorik peserta didik dapat
dipertimbangan melalui beberapa teknik pemberian latihan dengan memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Latihan akan efisien apabila disediakan lingkungan yang sesuai dimana mereka kelak
akan bekerja.
2) Latihan yang efektifhanya dapat diberikan jika tugas-tugas yang diberikan memiliki
kesamaan operasional, dengan peralatan yang sama dan dengan mesin-mesin yang
sama dengan yang akan dipergunakan di dalam kerjanya kelak.
3) terbesar.
4) Latihan sudah dibiasakan dengan perilaku yang akan ditunjukkan dalam pekerjaannya
kelak.
5) Latihan hanya dapat diberikan kepada kelompok peserta yang memang memerlukan,
menginginkan dan sanggup memanfaatkannya.
6) Latihan akan efektif apabila pemberian latihan berupa pengalaman khusus terwujud
dalam kebiasaan-kebiasaan yang benar.
7) Latihan diarahkan pada pencapaian kompetensi (persyaratan minimal) yang harus dimiliki individu dapat melakukan/melaksanakan suatu jabatan/pekerjaanakan suatu jabatan/pekerjaan.
RANAH
PSIKOMOTOR
UNJUK KERJA
METODE  (CARA PENYAMPAIAN PESAN)
PERCEPTION & SET
membedakan, menunjukkan, memilih, menghubungkan
Ceramah, diskusi, tanya jawab
GUIDED RESPONSE
mengawali, bereaksi, mempersiapkan, menanggapi,
memprakarsai
Observasi,karya wisata, simulasi
MECHANISM
mempraktikan, mengikuti, mengerjakan, membuat,
mencoba
Demonstrasi, ceramah plus, drill method
COMPLEX RESPONSE
mengoperasikan, memasang,
mendemonstrasikan, mengerjakan
Ceramah plus,demonstrasi dan Latihan Keterampilan
ADAPTATION
mengoperasikan,
mendemonstrasikan, mengerjakan
Eksperimental, Method, kerja lapangan
ORIGINATION
mengubah, mengadaptasikan, membuat
variasi, merancang, menciptakan, mendesain, merencanakan
Eksperimental, resitasi, project method, global (ganze method)

Beberapa Contoh Strategi Pembelajaran Psikomotor

Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.

Metode karya wisata adalah suatu pengajaran di lakukan dengan jalan mengajak anak-anak keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang ada hubungannya dengan bahan pelajaran. Metode karya wisata dapat di pergunakan.
1.Apabila pelajaran yang di maksudkan untuk memberi pengertian lebih jelas dengan alat peraga langsung.
2.Apabila akan membangkitkan penghargaan dan cinta terhadap lingkungan dan tanah air, dan menghargai ciptaan Tuhan.
3.Apabila akan mendorong anak mengenal lingkungan dengan baik.
Saran-saran pelaksanaannya :        
Hendaknya tujuan pelajaran di rumuskan dengan jelas, sehingga kelihatan wajar tidaknya metode ini di pergunakan.
Hendaknya di selidiki terlebih dahulu objek yang akan di tuju dengan memperhatikan hal-hal yang sekiranya akan menjadi kesulitan.
Hendaknya di jelaskan terlebih dahulu tujuan metode karya wisaya dan di siapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab.



Metode Demontrasi
Metode demontrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada semua siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang di pelajari baik sebenarnya atau tiruan, yang di sertakan dengan penjelasan lisqan. (Sudirman, 1988, hal. 133).Metode ini baik di gunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses menggunakan atau mengerjakan, komponen-komponen yang membentuk sesuatu dan membandingkan satu cara dengan yang lain, dan untuk mengetahui atqau melihat kebenaran sesuatu.
Metode ini efektif apabila mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      Setaip langkah dari demontrasi harus bisa di lihat jelas oleh siswa.
2.      Semua penjelasan secara lisan, hendaknya dapat di dengar oleh semua siswa.
3.      Anak-anak harus tahu apa yang sedang mereka amati.
4.      Demontrasi harus di rencanakan dengan teliti.
5.      Guru sebagai demonstrator harus mengerjakan tugasnya dengan lancar dan efektif.
6.      Demontrasi di laksanakan pada waktu yang tepat.
7.      Berikan kesempatan pada anak-anak untuk melatih mengenai apa yang pernah mereka amati.
8.      Sebelum demontrasi di mulai hendaklah semua alat tersedia.
9.      Sebaiknya demontrasi di mulai / di sertai ringkasannya di papan tulis.
10.  Jangan melupakan tujuan pokok.
11.  Jika di perkirakan demontrasi itu sulit, sebelumnya supaya di coba terlebih dahulu.
12.  Perlu adanya laporan tentang hasil demontrasi ini.
Dengan menggunakan metode ini siswa-siswi dapat mengamati secara teliti dan seksama serta dengan penuh perhatian dan partisipasi terhadap apa yang telah di berikan oleh guru sehingga mereka dapat mengaktualisasikannya dalam kehidupannya.

Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
1.Kelebihan metode pelatihan
-Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari
Seorang siswa benar-benar memehami apa yang disampaikan
2.Kelemahan metode pelatihan
-Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa
-Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai

Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat.
1.Kelebihan metode kerja lapangan
-Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja
-Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya
2.Kelemahaan metode kerja lapangan
-Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas
-Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
-Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli

Metode pemberian tugas belajar
Metode pemberian tugas belajar (resitasi) sering di sebut metode pekerjaan rumah adalah metode di mana murid di beri tugas khusus di luar jam pelajaran. Dalam pelaksanaan metode ini anak –anak mengerjakan tugasnya tidak hanya di rumah, tapi dapat di kerjakan juga di perpustakaan, di laboratorium dan lain sebagainya untuk dapat di pertanggung jawabkan kepada guru.
Metode resitasi tepat di pergunakan :
1.      Apabila guru mengharapkan agar semua pengetahuan yang telah di terima anak lebih lengkap.
2.      Untuk dapat mengaktifkan anak-anak mempelajari sendiri suatu masalah dengan membaca sendiri, mengerjakan soal sendiri dan mencoba mempraktikkan pengetahuannya.
3.      Metode ini memotivasi anak-anak untuk lebih aktif dan rajin.
Saran-saran pelaksananannya :
1.      Tugas yang di berikan harus jelas, sehingga anak mengerti benar apa yang harus di kerjakan.
2.      Waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup.
3.      Hendaknya di adakan kontrol (pengawasan) yang sistematis, sehingga mendorong anak bekerja sungguh-sungguh.
Bahan tugas yang di berikan kepada anak-anak, hendaknya bersifat :
1.      Menarik perhatian anak-anak.
2.      Mendorong anak-anak untuk mencari, mendalami, mengalami dan menyampaikan.
3.      Anak-anak mempunyai kesanggupan untuk menyelesaikannya (setaraf dengan kemampuan anak).
4.      Di samping praktis juga harus ilmiah.
Dengan menggunakan metode ini siswa-siswi dapat melatih diri untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang di berikannya. Tugas yang di berikan kepadanya itu dapat secara individual dan dapat secara berkelompok (klasik).Dalam menggunakan metode pemberian tugas ini ada tiga tahapan yang harus di lalui oleh guru terhadap siswa : Mula-mula murid di beri tugas yang harus di selesaikan (membaca tex book) melakukan eksperimen, observasi dan sebagainya, kemudian mempertanggung jawabkan atas tugas itu terhadap guru untuk memeriksa apakah tugas itu di lakukan atau tidak, guru melaksanakan pertanyaan atau tes.